Post Reply 
 
Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Berawal dari main game
05-19-2015, 10:37 AM (This post was last modified: 05-19-2015 10:38 AM by HMIF.)
Post: #1
Berawal dari main game
[Image: Facebook.jpg]
Halo sahabat Informatika Undip !!! Artikel kali ini akan membahas mengenai
manfaat secara tidak langsung dari kegemaran bermain game nih.
Main game bermanfaat? Masa sih? Kebanyakan orang sangat menyukai main game,
bahkan sampai rela untuk tidak mandi maupun makan karena game. Di sisi
lain, sebagian orang tidak begitu menyukai game karena dianggap tidak
bermanfaat dan dipandang sebagai aktivitas yang sama sekali tidak
berguna dan membuang waktu sifatnya.
Sebenarnya dari dua pemikiran tersebut tidak bisa kita terima secara
mentah-mentah. Mengapa demikian? Karena masing-masing pemikiran tersebut
memiliki sisi kebenaran dan juga sisi kesalahan di dalamnya. Nah, yang
dapat menentukan benar tidaknya pemikiran tersebut hanyalah aktor atau
orang yang melakukannya.
Berikut ini akan diceritakan awal mula kesuksesan seorang pendiri facebook
yaitu Mark Zuckerberg yang berhubungan dengan kegemaran bermain game.
Check it out !
Pendiri Facebook Mark Zuckerber merupakan programer yang belajar coding lantaran tertarik dengan video game dan berupaya membuat permainannya sendiri.

Dia mungkin tak akan berada di posisinya sekarang kalau bukan karena kegemarannya bermain game.

Sebab itulah, dalam dalam presentasi Townhall Q&A di
markas Facebook di Menlo Park, AS, 15 Mei lalu, Zuckerberg menyarankan
orang tua agar membebaskan anak-anaknya bermain video game.

"Membiarkan mereka bermain adalah salah satu hal terbaik yang bisa Anda
lakukan," sebut Zuckerberg yang ketika itu sedang berulang tahun,
sebagaimana dirangkumKompas Tekno dari USA Today, Senin (18/5/2015).

Tumbuh besar di kota New York, Zuckerberg sejak kecil sudah akrab dengan video game.

Daerah tempat tinggalnya dulu sering diguyur salju tebal, tetapi karena
saudara-saudara perempuan Zuckerberg tak mau diajak main lempar bola
salju, dia kemudian berupaya membikin game lempar salju di komputer.

"Game itu jelek sekali," aku Zuckerberg. Tapi, justru melalui video
game bikinan sendiri inilah keterlibatan Zuckerberg di dunia pemrograman
bermula.

"Saya pikir proses tumbuh kembang anak, bermain game
dan mencoba membuatnya, adalah hal yang penting karena bisa mengantarkan
mereka ke pemrograman," katanya.

"Saya pasti tak akan memulai pemrograman kalau dulu tidak bermain game saat kanak-kanak."


Nah, demikian cerita singkat mengenai awal sukses Zuckerberg di bidang programming.

Mungkin setelah menyimak cerita di atas teman-teman ada yang berpikir bahwa
dengan main game saja dapat langsung sukses seperti Zuckerberg. TIDAK,
karena Zuckerberg bukan seorang pecandu game yang tanpa arah dan tujuan.
Dengan ketertarikannya bermain game, ia justru memiliki inovasi untuk
pembuatan game. Dalam salah satu kuliah, Pak Nurdin Bachtiar pernah
mengatakan bahwa sebagai mahasiswa Informatika kita dituntut untuk dapat
“menciptakan” bukan hanya sebagai “penikmat”, kalau hanya sebagai
“penikmat” lalu apa bedanya dengan mahasiswa dari jurusan lain.


Jadi, kesimpulan yang dapat kita ambil adalah bermain game itu tidak buruk
maupun baik, tetapi semuanya tergantung dari subjek yang melakukannya.
Apabila, seseorang hanya bermain game dan menghabiskan waktu saja juga
tidak baik, tetapi apabila dengan bermain game seseorang dapat
mendapatkan ide maupun inovasi untuk perkembangan dunia informatika,
maka itulah yang benar dan baik.


Sumber: tekno.kompas.com

[Image: sign2.png]
Editor: Brian Adavianta
Find all posts by this user
Quote this message in a reply
Post Reply 


Forum Jump:


User(s) browsing this thread: 1 Guest(s)